Teknik Pengoperasian Solder Blower

Perangkat elektronik sering mengalami kerusakan dan harus dilakukan perbaikan. Untuk memperbaikinya akan berkaitan dengan komponen-komponen yang ada didalamnya dan membutuhkan peralatan khusus. Pada perangkat elektronik dengan komponen yang kecil membutuhkan peralatan yang berbeda seperti solder blower atau solder uap.

Fungsi dari solder uap tersebut adalah untuk memasang, mengangkat, memperbaiki dan mencetak komponen. Untuk mengoperasikan solder ini membutuhkan pengaturan tekanan panas agar dapat menghasilkan udara panas atau uap panas yang tepat. Keahlian dan ketelitian sangat dibutuhkan pada saat pengoperasian peralatan ini. Apalagi yang ditangani adalah komponen berukuran kecil. Kecermatan, ketepatan dan kesabaran juga dibutuhkan agar pemasangan komponen tepat.

Teknik Operasional Solder Blower

Cara operasional solder blower sebenarnya cukup mudah. Yang paling penting saat penggunaannya adalah pengontrolan suhu panas dan tekanan udara yang keluar saja. Tetapi memang jika belum pernah menggunakan dan belum ahli maka operasionalnya akan mengalami kesulitan. Berikut ini teknik operasional dari solder blower atau solder uap yang tepat.

  1. Menghubungkan tegangan listrik.

Agar solder dapat digunakan harus dihubungkan dengan tegangan listrik terlebih dahulu. Umumnya tegangan listrik yang dipakai adalah berdaya 110-220 VAC.

  • Pengaturan fungsi.

Untuk menghidupkan solder blower dilakukan dengan menekan tombol ON. Jika sudah selesai pemakaian dan ingin mematikan solder dapat menekan OFF. Bagian tombol on dan off tersebut terletak dalam satu lokasi.

  • Pengaturan tekanan panas.

Cara kerja dari solder ini tergantung pada uap yang keluar melalui mata solder. Uap yang keluar tersebut berkaitan dengan pengaturan tekanan panas. Untuk mengatur tekanan panas dapat dilakukan melalui tombol UP dan DOWN. Jika kurang panas tinggal memutar ke arah UP dan sebaliknya.

  • Pengaturan tekanan uap.

Uap yang membawa hawa panas akan keluar melalui ujung mata solder. Ujung solder tersebut diarahkan ke komponen yang dituju.

Solder blower merupakan peralatan yang dibutuhkan ketika harus memperbaiki perangkat elektronik dengan komponen berukuran kecil. Meskipun teknik pemakaian solder uap ini cukup mudah tetapi membutuhkan ketelitian, keahlian, ketepatan dan kesabaran dalam memasang komponen berukuran kecil.

Dasar Utama Pemakaian Power Supply HP

Dalam proses perbaikan ponsel, pemakaian power supply HP merupakan hal yang sangat penting. Alat ini memiliki kontribusi yang sangat besar untuk melakukan analisa terhadap kerusakan yang sedang terjadi. Alat ini berfungsi sebagai pendeteksi tegangan dan pengganti baterai. 

Setiap teknisi pasti menyadari bahwa setiap kerusakan yang terdapat pada ponsel harus dianalisa lebih dulu melalui tegangan yang dihasilkan oleh power supply. Dalam hal ini, setidaknya ada dua dasar utama yang harus dipahami oleh teknisi saat memakai power supply.

1. Langkah Penting Pemakaian Power Supply

Sebelum memakai power supply HP, baca dulu petunjuk manual yang tertulis dalam buku dan pastikan penggunaannya selalu sesuai menurut fungsinya. Setelah itu hubungkan komponen PSU dengan sumber tegangan listrik.

Langkah berikutnya, DC Power Supply dihidupkan dengan cara menekan tombol On hingga jarum voltage-nya berada di angka 3,6 hingga 5 volt, sesuai voltage di baterai ponsel. Dari sini kemudian hubungkan kabel yang jadi titik tumpu dengan PSU. Perlu dicatat, kabel merah merupakan kabel positif dan kabel hitam adalah kabel negatif.

Kemudian untuk output, memiliki empat macam warna. Pertama adalah warna merah, mempunyai peran positif, kedua hitam berperan sebagai negatif dan hijau atau biru sebagai baterai temperature. Sedangkan yang terakhir adalah warna kuning, merupakan BSI atau Battery System Information.

2. Teknik Analisa

Setelah sistem pemakaian power supply HP dipahami dan dipraktekan secara benar, barulah bisa melangkah ke teknik analisa. Di sini harus dipastikan pula jika PSU dalam kondisi hidup dan kabel beserta tegangan sudah terpasang dan disetting dengan baik dan tepat.

Setelah itu kabel merah langsung dihubungkan di baterai pada posisi positif dan kabel hitam ada di posisi negatif. Kemudian saklar dihidupkan dengan cara menekan tombol On. Jika sudah hidup, teknisi dapat melakukan analisa dengan cara mengamati angka-angka yang ditunjukan oleh jarum amper. Angka yang terdapat di display power supply HP inilah yang dapat dijadikan sebagai analisa awal untuk menentukan jenis kerusakan ponsel, apakah terjadi di bagian hardware atau software.

Tutorial Menggunakan Power Supply Handphone

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas mengenai alat bantu untuk mendeteksi arus ponsel yang biasanya disebut dengan power supply. Selain sebagai pendeteksi rusak atau tidaknya hardware atau software, power supply juga bisa digunakan untuk menyalakan ponsel meski tanpa baterai.

Bagi Anda yang masih bingung bagaimana cara menggunakan power supply yang baik agar power supply teknisi hp tetap memiliki performa yang akurat. Perlu diingat bahwa power supply tertentu memiliki 4 kabel penghubung yakni merah, hitam, hijau, dan kuning.

Indikator Power Supply

Display jarum ampere (A) terdiri dari angka 0-1.0 Ampere berarti sama dengan 0-1000 mili. Dalam keadaan yang normal voltage pada power supply biasanya diatur antara 3.6-5 volt. Jika switch on/off handphone ditekan maka jarum ampere akan bergerak ke angka tertentu.

Display jarum Voltage memiliki besaran sekitar 0 sampai dengan 15 V sehingga dapat disesuaikan dengan voltage yang kita butuhkan. Jika digunakan untuk ponsel bisa digunakan mulai dari 3.6 – 5 volt. Jangan menyetel lebih dari 5 volt karena hal itu dapat menyebabkan kerusakan komponen yang ada dalam ponsel terutama CPU

Cara Menggunakan Power Supply

  1. Tekan tombol power pada power supply hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa power supply memiliki performa yang baik dan dapat digunakan.
  2. Aturlah tegangan yang ada pada power supply berkisar antara 3,7-5 v.
  3. Matikan kembali power supply.
  4. Ambil kabel merah dan pasang pada jalur positif, hitam untuk jalur negatif dan BSI konektor baterai.
  5. Hidupkan kembali power supply dengan menekan tombol power.
  6. Tekan atau hidupkan ponsel Anda.

Yang perlu diingat pula adalah jangan memasang kabel yang ada pada power supply langsung ke dalam konektor baterai jika power supply masih dalam keadaan mati.

Demikian ulasan mengenai tutorial menggunakan power supply handphone. Semoga bisa menjadi referensi untuk Anda sekalian. Jika Anda merasa terbantu dengan adanya artikel ini, silahkan share pengalaman Anda menggunakan power supply kepada kami.

Sebelum Membawa Ponsel Rusak ke Tempat Servis, Lakukan Dulu Hal-hal Ini!

Menggunakan power supply HP untuk mempelajari kondisi ponsel yang bermasalah memang bisa Anda lakukan. Dengan catatan, Anda sudah menguasai prosedur dan membekalinya dengan alat-alat yang sesuai. Akan tetapi, kalau Anda masih pemula, ada baiknya menyerahkan dulu kerusakan ponsel kepada pihak yang berpengalaman.

Nah, sebelum membawanya ke tempat servis, lakukan dulu hal-hal berikut ini:

Mengenali masalah dan kerusakan

Meski mungkin Anda tak mengetahui penyebab pastinya, kenali dulu masalah yang dialami ponsel. Langkah tersebut akan memudahkan Anda menyampaikan kendala kepada teknisi servis. Misalnya, ponsel sering hang atau overheating yang mengganggu performa gawai. Dari sini, teknisi akan lebih mudah memastikan penanganan pada ponsel.

Periksa peralatan yang dipakai teknisi

Alat-alat yang digunakan teknisi servis memang terbilang banyak, tetapi tak ada salahnya mengenali item-item yang paling sering mereka gunakan. Mengapa? Karena tak sedikit teknisi abal-abal yang memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan besar. Beberapa peralatan yang umumnya dipakai teknisi mencakup solder, power supply HP, timah, hingga pembersih komponen dalam ponsel.

Survei tarif jasa yang dikenakan

Menemukan teknisi servis ponsel https://cody.id/produk/power-supply/ sangatlah mudah, apalagi kalau Anda pergi ke pusat perangkat elektronik. Namun, jangan cepat menjatuhkan pilihan pada teknisi yang mematok tarif yang jauh lebih murah ketimbang pesaingnya. Sebaiknya Anda kunjungi beberapa teknisi dan tanyakan tarif jasa yang dikenakan, lalu bandingkan untuk menemukan yang benar-benar cocok.

Jangan lama-lama meninggalkan ponsel

Besarnya tarif jasa yang dipatok kadang berubah tergantung kerusakan hingga durasi perbaikan. Maka sebelum menyepakati transaksi, ada baiknya Anda menanyakan berapa lama ponsel tersebut ‘menginap’ di konter. Jangan terlalu lama meninggalkan ponsel di tempat teknisi, terutama kalau kinerja mereka lamban.

Minta garansi atau jaminan

Sejumlah teknisi servis ponsel berani menyediakan garansi atau jaminan meski jangka waktunya lebih pendek dibandingkan gerai resmi (biasanya satu minggu sampai sebulan). Jika mereka tidak menawarinya di awal, jangan sungkan meminta. Cari teknisi lain yang menggunakan power supply HP berkualitas dengan layanan dan garansi terbaik.

3 Jenis Solder Untuk Kebutuhan Kelistrikan Anda

Bagi Anda yang sedang mencari alat solder untuk melengkapi peralatan jasa servis, mungkin sempat kebingungan memilih mana solder yang paling tepat untuk digunakan. Apakah cukup menggunakan solder biasa atau harus menggunakan solder uap, cukupkah menggunakan solder yang harganya lebih terjangkau atau harus menggunakan solder dengan berbagai macam fitur tapi dengan harga yang lebih mahal. Untuk mempersempit pilihan Anda berikut ini adalah beberapa macam jenis solder secara umum yang bisa Anda pilih sesuai dengan fungsinya.

Solder biasa

Untuk yang baru pemula dalam dunia kelistrikan mungkin paling familiar dengan solder tipe ini di mana cara menggunakannya adalah dengan menyentuhkan bagian ujung solder ke timah atau ke komponen listrik untuk melakukan pemasangan atau perbaikan pada komponen listrik yang rusak. Tipe solder yang biasa ini harganya paling murah tapi memiliki beberapa kelemahan seperti resiko terjadinya kejutan listrik, kurang kuat untuk melelehkan timah yang tebal, kurang cocok digunakan untuk bekerja dengan komponen listrik SMD.

Solder uap

Solder uap atau sering juga disebut dengan nama hot/blow air karena ia bisa menghembuskan udara panas dengan suhu yang tinggi sehingga antara solder dengan timah atau komponen listrik tidak terjadi kontak sentuhan langsung. Bekerja dengan alat ini agak lebih rumit dibandingkan solder biasa karena Anda harus mengatur sendiri suhu udara panasnya dan juga tekanan udaranya. Dibandingkan dengan solder biasa harganya juga lebih mahal, namun bisa digunakan untuk banyak aplikasi pekerjaan elektronik termasuk untuk membuka bisnis servis handphone.

Solder dengan kontrol suhu

Beberapa jenis solder uap menghasilkan suhu udara panas yang fluktuatif, artinya selama digunakan ia bisa mengeluarkan suhu panas yang berubah-ubah alias tidak konstan. Hal ini kurang cocok jika digunakan untuk bekerja pada komponen listrik yang lebih sensitif. Jika Anda membutuhkan solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan meski tegangannya naik turun bisa memilih solder dengan tipe pengaturan suhu yang terpisah. Solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan juga akan lebih awet meski harganya memang lebih mahal.