3 Jenis Solder Untuk Kebutuhan Kelistrikan Anda

Bagi Anda yang sedang mencari alat solder untuk melengkapi peralatan jasa servis, mungkin sempat kebingungan memilih mana solder yang paling tepat untuk digunakan. Apakah cukup menggunakan solder biasa atau harus menggunakan solder uap, cukupkah menggunakan solder yang harganya lebih terjangkau atau harus menggunakan solder dengan berbagai macam fitur tapi dengan harga yang lebih mahal. Untuk mempersempit pilihan Anda berikut ini adalah beberapa macam jenis solder secara umum yang bisa Anda pilih sesuai dengan fungsinya.

Solder biasa

Untuk yang baru pemula dalam dunia kelistrikan mungkin paling familiar dengan solder tipe ini di mana cara menggunakannya adalah dengan menyentuhkan bagian ujung solder ke timah atau ke komponen listrik untuk melakukan pemasangan atau perbaikan pada komponen listrik yang rusak. Tipe solder yang biasa ini harganya paling murah tapi memiliki beberapa kelemahan seperti resiko terjadinya kejutan listrik, kurang kuat untuk melelehkan timah yang tebal, kurang cocok digunakan untuk bekerja dengan komponen listrik SMD.

Solder uap

Solder uap atau sering juga disebut dengan nama hot/blow air karena ia bisa menghembuskan udara panas dengan suhu yang tinggi sehingga antara solder dengan timah atau komponen listrik tidak terjadi kontak sentuhan langsung. Bekerja dengan alat ini agak lebih rumit dibandingkan solder biasa karena Anda harus mengatur sendiri suhu udara panasnya dan juga tekanan udaranya. Dibandingkan dengan solder biasa harganya juga lebih mahal, namun bisa digunakan untuk banyak aplikasi pekerjaan elektronik termasuk untuk membuka bisnis servis handphone.

Solder dengan kontrol suhu

Beberapa jenis solder uap menghasilkan suhu udara panas yang fluktuatif, artinya selama digunakan ia bisa mengeluarkan suhu panas yang berubah-ubah alias tidak konstan. Hal ini kurang cocok jika digunakan untuk bekerja pada komponen listrik yang lebih sensitif. Jika Anda membutuhkan solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan meski tegangannya naik turun bisa memilih solder dengan tipe pengaturan suhu yang terpisah. Solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan juga akan lebih awet meski harganya memang lebih mahal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *