Sebelum Membawa Ponsel Rusak ke Tempat Servis, Lakukan Dulu Hal-hal Ini!

Menggunakan power supply HP untuk mempelajari kondisi ponsel yang bermasalah memang bisa Anda lakukan. Dengan catatan, Anda sudah menguasai prosedur dan membekalinya dengan alat-alat yang sesuai. Akan tetapi, kalau Anda masih pemula, ada baiknya menyerahkan dulu kerusakan ponsel kepada pihak yang berpengalaman.

Nah, sebelum membawanya ke tempat servis, lakukan dulu hal-hal berikut ini:

Mengenali masalah dan kerusakan

Meski mungkin Anda tak mengetahui penyebab pastinya, kenali dulu masalah yang dialami ponsel. Langkah tersebut akan memudahkan Anda menyampaikan kendala kepada teknisi servis. Misalnya, ponsel sering hang atau overheating yang mengganggu performa gawai. Dari sini, teknisi akan lebih mudah memastikan penanganan pada ponsel.

Periksa peralatan yang dipakai teknisi

Alat-alat yang digunakan teknisi servis memang terbilang banyak, tetapi tak ada salahnya mengenali item-item yang paling sering mereka gunakan. Mengapa? Karena tak sedikit teknisi abal-abal yang memanfaatkan situasi demi meraup keuntungan besar. Beberapa peralatan yang umumnya dipakai teknisi mencakup solder, power supply HP, timah, hingga pembersih komponen dalam ponsel.

Survei tarif jasa yang dikenakan

Menemukan teknisi servis ponsel https://cody.id/produk/power-supply/ sangatlah mudah, apalagi kalau Anda pergi ke pusat perangkat elektronik. Namun, jangan cepat menjatuhkan pilihan pada teknisi yang mematok tarif yang jauh lebih murah ketimbang pesaingnya. Sebaiknya Anda kunjungi beberapa teknisi dan tanyakan tarif jasa yang dikenakan, lalu bandingkan untuk menemukan yang benar-benar cocok.

Jangan lama-lama meninggalkan ponsel

Besarnya tarif jasa yang dipatok kadang berubah tergantung kerusakan hingga durasi perbaikan. Maka sebelum menyepakati transaksi, ada baiknya Anda menanyakan berapa lama ponsel tersebut ‘menginap’ di konter. Jangan terlalu lama meninggalkan ponsel di tempat teknisi, terutama kalau kinerja mereka lamban.

Minta garansi atau jaminan

Sejumlah teknisi servis ponsel berani menyediakan garansi atau jaminan meski jangka waktunya lebih pendek dibandingkan gerai resmi (biasanya satu minggu sampai sebulan). Jika mereka tidak menawarinya di awal, jangan sungkan meminta. Cari teknisi lain yang menggunakan power supply HP berkualitas dengan layanan dan garansi terbaik.

3 Jenis Solder Untuk Kebutuhan Kelistrikan Anda

Bagi Anda yang sedang mencari alat solder untuk melengkapi peralatan jasa servis, mungkin sempat kebingungan memilih mana solder yang paling tepat untuk digunakan. Apakah cukup menggunakan solder biasa atau harus menggunakan solder uap, cukupkah menggunakan solder yang harganya lebih terjangkau atau harus menggunakan solder dengan berbagai macam fitur tapi dengan harga yang lebih mahal. Untuk mempersempit pilihan Anda berikut ini adalah beberapa macam jenis solder secara umum yang bisa Anda pilih sesuai dengan fungsinya.

Solder biasa

Untuk yang baru pemula dalam dunia kelistrikan mungkin paling familiar dengan solder tipe ini di mana cara menggunakannya adalah dengan menyentuhkan bagian ujung solder ke timah atau ke komponen listrik untuk melakukan pemasangan atau perbaikan pada komponen listrik yang rusak. Tipe solder yang biasa ini harganya paling murah tapi memiliki beberapa kelemahan seperti resiko terjadinya kejutan listrik, kurang kuat untuk melelehkan timah yang tebal, kurang cocok digunakan untuk bekerja dengan komponen listrik SMD.

Solder uap

Solder uap atau sering juga disebut dengan nama hot/blow air karena ia bisa menghembuskan udara panas dengan suhu yang tinggi sehingga antara solder dengan timah atau komponen listrik tidak terjadi kontak sentuhan langsung. Bekerja dengan alat ini agak lebih rumit dibandingkan solder biasa karena Anda harus mengatur sendiri suhu udara panasnya dan juga tekanan udaranya. Dibandingkan dengan solder biasa harganya juga lebih mahal, namun bisa digunakan untuk banyak aplikasi pekerjaan elektronik termasuk untuk membuka bisnis servis handphone.

Solder dengan kontrol suhu

Beberapa jenis solder uap menghasilkan suhu udara panas yang fluktuatif, artinya selama digunakan ia bisa mengeluarkan suhu panas yang berubah-ubah alias tidak konstan. Hal ini kurang cocok jika digunakan untuk bekerja pada komponen listrik yang lebih sensitif. Jika Anda membutuhkan solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan meski tegangannya naik turun bisa memilih solder dengan tipe pengaturan suhu yang terpisah. Solder yang bisa menghasilkan suhu panas secara konstan juga akan lebih awet meski harganya memang lebih mahal.